Developer Besar vs Developer Kecil

Share This

Pasca pandemi cukup terasa penjualan properti, developer besar cukup merosot penjalannya terutama untuk property menengah kebawah. Sasaran masa pandemi dan pasca pandemi bukan lagi investor, namun sebagian besar adalah user atau masyarakat yang benar – benar butuh hunian.

Seiringnya waktu, bisnis properti atau developer – developer kecil bermunculan memanfaatkan lahan yang kurang produktif bagi pemiliknya. Tentu ini menjadi ancaman persaingan dalam penjualan.

Harga terus merangkak naik seakan balas dendam setelah diterpa pandemi. Situasi ini dimanfaatkan para deveoper kecil yang menggarap disekitar para developer kecil mulai dari luas 1000 m, tentu dengan harga yang kompetitif dibawah harga Developer besar. Selain itu developer kecil memanfaatkan masa indent developer besar yang lebih lama yaitu 9 – 24 Bulan. Sementara developer kecil memberikan indent 3-6 Bulan saja.

Situasi ini dimanfaatkan para pencari rumah yang lebih ingin cepat – cepat ditempati.

Ada beberapa point yang harus dipehatikan bagi para pencari rumah bila membeli rumah dengan Developer Besar.

  1. Bunga Bank yang diberikan kepada Developer Besar biasanya lebih rendah dengan Promo – promonya.
  2. Dari segi Pengalaman dan Jaminan lebih terjamin walaupun developer kecil juga cukup aman sepanjang kita harus teliti dan hati-hati
  3. Pilihan layanan KPR lebih banyak pilihan Bank nya.
  4. Nilai investasi lebih cepat karena ditunjang dengan progres pembangunan Fasilitas.

Untuk yang memilih hunian dan tidak bertujuan untuk investasi, pilihan townhose bisa jadi alternatif dengan lokasi cukup strategis namun dengan kawasan perumahan biasanya tidak terlalu banyak. Untuk Faslitas bisa berdekatan dengan perkotaan.

-yr-

Share This

Leave a Comment

Your email address will not be published.